Sebuah Kenangan di tanah Borneo

Halo sobat Fikipedia, apa kabar kalian semuanya? Semoga selalu baik-baik saja dan jangan lupa untuk selalu Bahagia dimanapun kita berada. Pada artikel kali ini saya ingin menuliskan salah satu kisah saya pada saat saya dipertemukan dengan sekumpulan orang-orang yang bisa saya anggap sebagai keluarga selama saya merantau di Tanah Borneo tepatnya di Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur.


Sebelum melangkah lebih jauh, izinkan saya untuk memperkenalkan diri dterlebih dahulu. Bisa dibilang saya adalah alumni Mahasiswa Perantauan yang berasal dari Mojokerto, Jawa Timur yang merantau demi menuntut ilmu di Kota Bontang, Kalimantan Timur. 


Kanapa sih Kok milih kuliah Jauh di Bontang?

Setelah saya menjelaskan bahwa saya berkuliah di Bontang, banyak orang di sekitar saya bertanya kepada saya “orang Kalimantan kan kan banyak yang kuliah di Jawa, Kenapa kamu malah kuliahnya di Kalimantan?”. Pertanyaan tersebut seolah menjadi Pertanyaan yang spontan keluar dari orang-orang di sekitar saya. Dan mungkin kalian juga berpikir seperti itu pada saat awal membaca artikel ini. Padahal kan banyak universitas bagus yang masih 1 pulau dengan kampung halaman.

Alasan mengapa saya mau merantau di Kalimantan adalah karena kuliah saya tersebut adalah beasiswa penuh dari perusahan migas yaitu PT Badak LNG di Bontang. Semua fasilitas saya untuk menuntut ilmu sudah disiapkan oleh pihak perusahaan mulai dari tempat tinggal hingga uang saku tiap bulannya.

Pada tahun ajaran angkatan saya, hanya ada 15 orang yang berhasil lolos hingga tahap pembelajaran di bontang dari ribuan pendaftar beasiswa dari seluruh indonesia. Tentu bisa dibayangkan bagaimana senang, bangga, dan bersyukurnya saya pada saat itu ketika mendapatkan kesempatan berharga yang pastinya tidak akan bisa terulang dalam hidup. Saya juga sempat merasa tidak percaya dengan kenyataan yang telah diberikan. Bahkan terlintas di benak saya “apakah benar saya pantas untuk mendapatkan ini?” mengingat bahwa saat di SMA saya merupakan murid yang biasa-biasa saja dan tidak terlalu pintar.

Ini adalah awal masa saat Angkatan kami dilantik menjadi maba di Bontang,
awal dimana saya mulai menemukan keluarga baru saya


Sepercik cerita tentang Bontang

Menurut cerita turun-temurun, "bontang" merupakan akronim Bahasa Belanda “bond” yang berarti kumpulan atau yang dapat diartikan juga sebagai ikatan persaudaraan, serta “tang” dari kata pendatang. Sebutan ini diberikan, karena cikal bakal kampung Bontang tidak lepas dari peran pendatang yang masuk ke kota ini baik itu untuk bekerja di industri maupun membuka usaha sendiri.

Sebelum berangkat ke bontang, hal yang saya bayangkan mengenai kota ini adalah kota terpencil yang masih terdiri dari hutan-hutan rimba dan akses yang susah. Hal yang saya bayangkan tersebut ternyata salah besar dan seolah terpatahkan begitu saja dengan kenyataan bahwa kota bontang merupakan kota yang sangat indah dan tertata. Suasana disini sangat nyaman dan bebas dari polusi udara karena perusahaan yang ada disini merupakan perusahaan yang sangat memperhatikan aspek lingkungan sekitar dan juga mendapat apresiasi proper emas dari pemerintah dalam menjaga lingkungan. 

Berbicara mengenai lingkungan, disini juga terdapat keindahan alam yang masih sangat alami. Saat saya masih berkuliah, sering sekali saya mengajak teman-teman saya untuk menikmati waktu dengan mengagumi keindahan alam di Bontang ini. Keindahan alam disini sangat jarang ditemukan, lautan yang sangat tenang dan biru, hutan-hutan yang teduh dan tertata, dan udara yang masih sangat jernih dari polusi. 

Suasana di pinggir pantai marina di PT Badak LNG Kota Bontang

Wisata favorit di Bontang

Diantara banyaknya wisata yang kami kunjungi, terdapat salah satu tempat wisata yang sangat membekaskan kenangan indah pada diri saya. Tempat tersebut adalah Pulau Beras Basah yang terdapat di daerah selat makassar di Kalimantan Timur. Pulau ini sangatlah bersih dan masih asri dan sudah dikembangkan menjadi tempat wisata di di daerah bontang. Pokoknya saya merekomendasikan banget kalian kesini jika kalian singgah di Bontang untuk berlibur. 

Perjalanan wisata ini sebenarnya sudah kami rencanakan dengan teman-teman Angkatan sejak awal bertemu di bontang untuk menikmati waktu kebersamaan. Tapi sudah lama itu hanya menjadi wacana saja yang akhirnya terealisasi pada saat setelah kami menempuh Ujian akhir semester 4. (sebuah wacana yang cukup lama ya :D) 

Jarak antara pulau beras basah membutuhkan akses jalan darat dan jalan laut. Perjalanan dari tempat tinggal kami memerlukan waktu sekitar 20 menit untuk pergi ke dermaga tanjung limau. Setelah sampai dermaga, kami membutuhkan waktu 1 jam dengan perjalanan perahu kecil hingga sampai ke pulau beras basah. Panasnya suasana pantai seolah tidak terasa karena obrolan-obrolan santai kami saat di perahu. 

Sesampainya di pulau beras basah, kami langsung menyewa gazebo untuk makan siang. untuk makanannya, kami sudah mempersiapkan untuk membawa bekal dari rumah untuk dimakan bersama-sama di pantai. saat energi sudah kembali terisi, saatnya kami bersenang-senang di pantai dengan menikmati birunya lautan di pulau ini. sebagian dari kami berenang ke laut sedangkan sebagian lagi ada yang hanya bermain di tepi pantai saja. oiyaa, di pulau ini juga ada wahana banana-boat yang terbilang murah yaitu hanya Rp 25.000/orang saja. liburan kami ini merupakan liburan yang cukup singkat, padahal sebenarnya sangat banyak hal yang bisa dilakukan disini saat malam hari misalnya camping dan membuat api unggun untuk membakar ikan, bermain kartu, bermain ToD, dll.

Tapi waktu telah berlalu, kini kami sudah saling menempuh jalan masing-masing. ada yang Kembali ke kampung halamannya, ada pula yang masih bekerja di tanah rantau lainnya. Sangat kecil sekali kemungkinan kami bertemu lagi di waktu dekat. Namun, pasti suatu saat ada waktu untuk bertemu Kembali. Saya rasa masih banyak wisata favorit di kota Bontang ini yang tidak mungkin bisa dijelaskan dalam 1 artikel. Tapi apapun tempat wisatanya, saya selalu yakin bahwa “sesuatu akan terasa lebih menyenangkan jika kamu bersama teman-temanmu”

Post a Comment

0 Comments